Tuesday, September 23, 2008

Halo Matahari di Atas Kota Medan

Fenomena Alam karena Awan Cyrus

Medan, Kompas - Halo matahari atau sinar di sekeliling lingkaran matahari terjadi di Kota Medan, Senin (22/9) sekitar pukul 11.00 hingga 13.00. Fenomena alam biasa ini muncul sewaktu-waktu saat matahari tertutup awan cyrus. Sinar diterima di Kota Medan redup karena terhalang awan.

Fenomena matahari yang terlihat seperti cincin ini juga memungkinkan terjadinya pelangi karena sinar matahari dibiaskan oleh awan.

”Maka seolah-olah suasana menjadi gelap saat itu,” tutur Kepala Bidang Data dan Informasi Balai Besar Meteorologi dan Geofisika Wilayah I Sumatera Utara Ridwar Kamil, Senin.

Awan cyrus sendiri kemarin menaungi hampir seluruh Kota Medan sehingga fenomena alam ini bisa dilihat di seluruh Kota Medan. Ketinggian awan mencapai 20.000 kaki.

”Kebetulan suasananya juga cerah sehingga pelangi bisa terlihat,” kata Ridwar.

Pelangi muncul karena awan cyrus yang lembab dan mengandung air atau es memendarkan sinar matahari dalam tujuh warna pelangi. Ini seperti fenomena masuknya sinar putih dalam prisma kaca yang membiaskan tujuh warna pelangi.

Puncak halo sendiri terjadi saat matahari berada di titik kulminasi (titik paling tinggi) sekitar pukul 12.00. Setelah awan habis, biasanya menguap atau tersingkir oleh angin, matahari akan bersinar seperti biasa.

Sejumlah warga Medan menduga fenomena alam yang terjadi kemarin siang adalah gerhana matahari. Cuaca juga agak gelap karena sinar matahari terhalang awan cyrus yang biasanya tipis. Sementara pelangi muncul di lingkaran halo matahari.

”Tadi muncul pelangi saat ada gerhana matahari,” tutur anggota staf Kantor Pos Medan, M Noeh, yang tak bisa menyembunyikan rasa kagum pada alam.

Fenomena ini memang memunculkan matahari dalam cahaya yang indah. Sejumlah orang keluar rumah untuk menikmati sinar matahari yang indah. Banyak orang memotret suasana itu.

Fenomena serupa banyak terjadi di kota-kota di Indonesia. Beberapa media melaporkan halo matahari terjadi di Bandung pada September 2007, di Jakarta pada Maret 2004, dan di Makassar pada Oktober 2007.

Pada November 2007 dan Januari 2008, halo matahari juga kembali menghiasi langit Kota Jakarta.

Sejumlah pesan singkat masuk ke Redaksi Kompas dan warga mengatakan melihat fenomena alam kemarin siang. Kebanyakan warga menanyakan ada fenomena apa dan menduga terjadi adalah gerhana.

Warga yang memerhatikan langit tak segan berkirim pesan singkat untuk memberitahukan kepada orang lain. Namun, sebagian warga tidak memerhatikan apa yang terjadi dan menduga suasana mendung seperti biasa.

Menurut Ridwar, masyarakat masih ada yang berpikir bahwa fenomena ini menimbulkan penyakit atau mengganggu kesehatan. Ada pula yang menyimpulkan sebagai tanda-tanda bencana.

”Ini fenomena alam biasa yang bisa dijelaskan secara ilmiah,” kata Ridwar.

Pengalaman di beberapa kota itu juga menunjukkan warga yang tidak tahu biasanya menyangka gerhana. Namun, bagi mereka yang paham akan menikmati fenomena alam ini.

Di Bandung, seperti dilaporkan Kompas, pada tahun lalu warga menikmati fenomena alam ini.

Untuk itu, para guru sebaiknya menguasai informasi soal fenomena alam ini sehingga para murid bisa mengerti kejadian tersebut dan menerima penjelasan secara ilmiah sehingga masyarakat tidak kebingungan. (WSI)
taken from : http://cetak.kompas.com

Tuesday, September 16, 2008

Pentingkah Video Conference ?

Tidak ada yang menyangkal kalau kemajuan teknologi saat ini berkembang sangat pesat. Hanya butuh 8 tahun dari millenium perkembangan teknologi kian dapat dirasakan berbagai masyarakat. Kita ambil contoh dunia telekomunikasi. Kita ingat bersama di tahun 2000 orang yang menggunakan HP masih bisa dihitung dengan jari. Tapi sekarang handphone bukan lagi barang mewah yang hanya dapat dipakai oleh orang berduit saja. Ragam handphone lowend dan highend banyak kita jumpai di counter Handphone (Red). Tapi yang kita bicarakan disini bukan mewah atau tidaknya HP tersebut. Kita ingat juga dulu kalau kita ingin menyampaikan pesan singkat kepada kerabat atau teman yang jauh, kita masih menggunakan telegram dan seiring waktu berjalan kita masuk pada jaman pager untuk memberitahukan seseorang menghubungi kita. Nah sekarang dengan mudah kita menekan tombol keypad handphone kita untuk mengirimkan sms bahkan kita bisa mengirimkan sms ke banyak orang dengan teknologi multiple recipient. Begitu juga halnya dengan menelpon kita juga dapat melakukan panggilan ke beberapa orang dengan layanan multiparty calling. Ditunjang dengan biaya telpon yang semakin lama makin murah akibat persaingan provider telekomunikasi yang menguntungkan masyarakat. Nah sekarang kita masuk ke jaman video calling yang memungkinkan kita bisa berkomunikasi langsung dengan lawan bicara kita dengan menggunakan layanan 3G. Walaupun kita harus mengocek dana lebih untuk membeli handphone berfasilitas 3G an 3,5G dan dijaman sekarang dunia internet juga memugkinkan kita menjelajahi dunia maya sebagai kebutuhan hidup yang tidak dapat dipisahkan dari jaman modernisasi tadi. Yang ingin saya angkat disini adalah kecanggihan dunia telekomunikasi jarak jauh yaitu dunia telekomfrence atau bisa disebut teknologi komunikasi audio video visual yang memungkinkan percakapan dua arah bahkan kebih sekarang kecanggihan telecomference sudah dapat dirasakan didaerah terpencil yang sudah dilalui jaringan telepon PTSN (telkom) dan biaya yang relatif murah. Dijaman yang sudah kian canggih seperti ini sepertinya tidak ada alasan setiap pemerintahan atau instansi yang tdak dapat menghadirkan teknologi ini. Dan hal ini juga bisa dimanfaatkan oleh para anggota dewan yang mempunyai kebiasaan terbang alias pergi keluar daerah. Dengan teknologi teleconference kita bisa mengetahui secara langsung niat apa yang kita inginkan di daeah yang dituju. Contohnya: jika para dewan ingin studi banding masalah pariwisata di daerah Bali, pemerintah daerah bisa mneghubungi pemerintah daerah Bali untuk mempersiapkan materi yang diinginkan tersebut. Kita tau bersama hampir setiap propinsi mempunyai stasiun televisi local. Jadi tidak mungkin daerah tersebut tidak bisa membuat satu film documenter mengenai pariwisata sesuai yang diinginkan costumer. Nah, setelah selesai kemudian bisa diatur waktu untuk melakukan telecomference. Jadi biaya yang digunakan untuk biaya studi banding tersebut bisa dikurangi dan bisa digunakan untuk hal yang lebih berguna daripada harus menhamburkan uang rakyat. Sekaligus kita bisa mengetahui perkembangan era modernisasi alias anggota dewan kita yang terhormat tidak GAPTEK. Sudah seharusnya kita menerapkan era modernisasi positif dilingkungan kita. Buat apa teknologi dibuat kalau kita tidak bisa menerapkannya. Seharusnya pemerintah kita bisa lebih bijak untuk hal studi banding yang menghamburkan uang rakyat. Dengan telecomference segala sesuatunya bisa diwujudkan toh kita bisa melihat langsung lawan bicara kita atau objek yang kita perlukan dengan audio video streaming. Nah, mampukah kita di SULUT menerapkan teknologi komunikasi audio video visual tersebut ? jawabnya ada ditangan kita !!

Wednesday, September 10, 2008

Tapanuli, Perawan Ayu Yang Lagi Berhias

Sekitar 34,92% luas Tapanuli Utara berupa lahan berbukit. Dari ketinggian bukit memandang ke bawah, tampak perkampungan rumah-rumah penduduk yang dipagari pepohonan, di sela-sela hamparan sawah. Tapanuli Utara sarat gunung, lembah dan ngarai menawan.
Jika Anda berangkat dari Medan, maka Anda bisa melalui kota Sibolga menuju kota Tarutung dengan lama tempuh sekitar 2 jam dengan naik mobil.Selain kondisi jalannya baik dan mulus, kita juga dapat menikmati pemandangan kebun karet, kelapa sawit serta hutan-hutan yang ada di sepanjang lereng Bukit Barisan. Selain itu, kota-kota wisata Tapanuli Utara juga memiliki sungai-sungai dan gunung-gunung yang indah.
Dari Desa Hutabarat tampak sungai Situmandi yang mengalir membelah pematang sawah dan perkampungan penduduk. Sungai sepanjang 10 kilometer (km) ini, bermuara ke Samudera Indonesia, 66 km Barat Tarutung. Tampak di Kejauhan Dolok Martimbang, Dolok artinya gunung yang tingginya kurang lebih 1.500 meter.
Di Tapanuli Utara terdapat 7 sungai besar atau Aek, yaitu Sarulla, Sigeaon, Sibundong, Situmandi, Batang Toru, Puli dan Halian. Setiap aek mempunyai fungsi dan manfaat bagi masyarakat sekitarnya. Beberapa sungai punya legenda yang berbau mistis, dan ada pula nyanyian tentang sungai yang digubah oleh komponis Batak.
Bakkara adalah nama desa berlembah di Kecamatan Muara di tepi Danau Toba. Di sini terdapat istana Raja Sisingamangaraja yang dipugar tahun 1992. Makam Raja Sisingamangaraja X dan XI terdapat di kompleks istana ini. Daerah Bakkara pada awal abad ke-20 merupakan pusat kerajaan dari Pahlawan Nasional Raja Sisingamangaraja XII (ditetapkan melalui Surat Keputusan Pemerintah RI No. 590 tanggal 9 November 1961). Raja Sisingamangaraja XII gugur tahun 1907 dalam pertempuran melawan Belanda di kaki gunung Sitapongan dekat Pearaja Tapanuli Utara, dimakamkan di Soposurung, Balige. Memasuki kompleks istana Raja Sisingamangaraja di Bakkara ini dari pintu gerbang tampak bunga Bugenfil Bangkok putih dan tatanan batu-batu kali yang indah menggoda mata.
Anda juga dapat mungunjungi Huta Ginjang yang artinya dataran tinggi. Bentuknya menyerupai bukit cantik, berada 200 meter di atas permukaan air Danau Toba. Anda dapat duduk-duduk di atas bukit ini sambil minum kopi, sekaligus menikmati desir angin sejuk nan sepoi-sepoi.
Anda juga bisa menikmati sumber air panas yang di dalamnya terdapat kandungan belerang dan soda tersebar di beberapa tempat di Tapanuli Utara. Antara lain di Kecamatan Pahae Jae, Dolok Sanggul, Sipoholon dan Pagaran. Lokasi sumber air panas ini sebagian telah dikembangkan dan diolah secara komersial untuk sarana mandi umum.
dikutip dari berbagai sumber