Tuesday, September 16, 2008

Pentingkah Video Conference ?

Tidak ada yang menyangkal kalau kemajuan teknologi saat ini berkembang sangat pesat. Hanya butuh 8 tahun dari millenium perkembangan teknologi kian dapat dirasakan berbagai masyarakat. Kita ambil contoh dunia telekomunikasi. Kita ingat bersama di tahun 2000 orang yang menggunakan HP masih bisa dihitung dengan jari. Tapi sekarang handphone bukan lagi barang mewah yang hanya dapat dipakai oleh orang berduit saja. Ragam handphone lowend dan highend banyak kita jumpai di counter Handphone (Red). Tapi yang kita bicarakan disini bukan mewah atau tidaknya HP tersebut. Kita ingat juga dulu kalau kita ingin menyampaikan pesan singkat kepada kerabat atau teman yang jauh, kita masih menggunakan telegram dan seiring waktu berjalan kita masuk pada jaman pager untuk memberitahukan seseorang menghubungi kita. Nah sekarang dengan mudah kita menekan tombol keypad handphone kita untuk mengirimkan sms bahkan kita bisa mengirimkan sms ke banyak orang dengan teknologi multiple recipient. Begitu juga halnya dengan menelpon kita juga dapat melakukan panggilan ke beberapa orang dengan layanan multiparty calling. Ditunjang dengan biaya telpon yang semakin lama makin murah akibat persaingan provider telekomunikasi yang menguntungkan masyarakat. Nah sekarang kita masuk ke jaman video calling yang memungkinkan kita bisa berkomunikasi langsung dengan lawan bicara kita dengan menggunakan layanan 3G. Walaupun kita harus mengocek dana lebih untuk membeli handphone berfasilitas 3G an 3,5G dan dijaman sekarang dunia internet juga memugkinkan kita menjelajahi dunia maya sebagai kebutuhan hidup yang tidak dapat dipisahkan dari jaman modernisasi tadi. Yang ingin saya angkat disini adalah kecanggihan dunia telekomunikasi jarak jauh yaitu dunia telekomfrence atau bisa disebut teknologi komunikasi audio video visual yang memungkinkan percakapan dua arah bahkan kebih sekarang kecanggihan telecomference sudah dapat dirasakan didaerah terpencil yang sudah dilalui jaringan telepon PTSN (telkom) dan biaya yang relatif murah. Dijaman yang sudah kian canggih seperti ini sepertinya tidak ada alasan setiap pemerintahan atau instansi yang tdak dapat menghadirkan teknologi ini. Dan hal ini juga bisa dimanfaatkan oleh para anggota dewan yang mempunyai kebiasaan terbang alias pergi keluar daerah. Dengan teknologi teleconference kita bisa mengetahui secara langsung niat apa yang kita inginkan di daeah yang dituju. Contohnya: jika para dewan ingin studi banding masalah pariwisata di daerah Bali, pemerintah daerah bisa mneghubungi pemerintah daerah Bali untuk mempersiapkan materi yang diinginkan tersebut. Kita tau bersama hampir setiap propinsi mempunyai stasiun televisi local. Jadi tidak mungkin daerah tersebut tidak bisa membuat satu film documenter mengenai pariwisata sesuai yang diinginkan costumer. Nah, setelah selesai kemudian bisa diatur waktu untuk melakukan telecomference. Jadi biaya yang digunakan untuk biaya studi banding tersebut bisa dikurangi dan bisa digunakan untuk hal yang lebih berguna daripada harus menhamburkan uang rakyat. Sekaligus kita bisa mengetahui perkembangan era modernisasi alias anggota dewan kita yang terhormat tidak GAPTEK. Sudah seharusnya kita menerapkan era modernisasi positif dilingkungan kita. Buat apa teknologi dibuat kalau kita tidak bisa menerapkannya. Seharusnya pemerintah kita bisa lebih bijak untuk hal studi banding yang menghamburkan uang rakyat. Dengan telecomference segala sesuatunya bisa diwujudkan toh kita bisa melihat langsung lawan bicara kita atau objek yang kita perlukan dengan audio video streaming. Nah, mampukah kita di SULUT menerapkan teknologi komunikasi audio video visual tersebut ? jawabnya ada ditangan kita !!

No comments: